Pemetaan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi | Geografi Kelas X - Latiseducation

Pemetaan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi | Geografi Kelas X

Konsep Pelajaran 372

Pada artikel ini, Sahabat Latis akan mempelajari tentang pemetaan, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografi. Semua hal tersebut berkaitan dengan pengertian peta, letak sebuah lokasi, dan informasi terkait keadaan suatu wilayah lainnya.

Hi Sahabat Latis, kamu semua pasti sudah pernah menggunakan peta, bukan? Setidaknya, kamu pasti akrab dengan menemukan lokasi di platform pencarian berbasis internet seperti Google atau Waze.

Nah, itulah sedikit contoh tentang pemetaan yang tanpa sadar kita sehari-hari pun sudah mengetahuinya. Selain itu, kamu juga akan menemukan lambang, warna, simbol, dan lainnya. Untuk lebih jauhnya, mari kita membaca ulasan berikut ini.

Pemetaan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografi

Pemetaan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis

Pada artikel kali ini, Sahabat Latis akan mempelajari tentang pemetaan, penginderaan jauh, dan sistem informasi geografi. Semua hal tersebut berkaitan dengan pengertian peta, letak sebuah lokasi, dan informasi terkait keadaan suatu wilayah lainnya.

Pemetaan

Pemetaan meliputi pengertian peta, komponen peta, fungsi peta, dan tujuan pembuatan peta.

Apa itu peta?

Peta merupakan gambaran kenampakan objek permukaan bumi atau segala sesuatu yang terkait dengannya.

Erwin Raisz menambahkan bahwa peta ialah gambaran permukaan bumi secara konvensional yang terdiri atas garis tegak lurus, angka, huruf, simbol, warna, dan lainnya sebagai tambahan informasi.

Gambaran objek-objek bumi yang bisa dikatakan sebagai peta apabila:

  • Objek-objek tersebut diwakilkan dengan simbol.
  • Adanya interpretasi permukaan bumi yang tidak datar ke bidang datar.
  • Memiliki skala sebagai perbandingan ukuran sebenarnya dengan ukuran yang pada peta.

Komponen Peta

Sahabat Latis, apa saja komponen peta itu?

Komponen peta terdiri dari judul, garis tepi, petunjuk arah, skala peta, insert peta, keterangan pada simbol (legenda), koordinat, simbol peta, tulisan, dan warna.

a. Judul; memuat informasi yang sesuai dengan apa yang ada pada peta tersebut. Judul peta terletak di bagian atas dan bertulisan tebal.

b. Garis tepi; Garis tepi disebut juga sebagai border merupakan garis yang ada di tepi yang membingkai peta.

c. Penunjuk arah; digambarkan dengan tanda panah yang menghadap ke utara.

d. Skala peta; merupakan perbandingan ukuran yang sebenarnya dengan ukuran yang ada pada peta. Skala peta disajikan dalam bentuk numerik, grafis, dan verbal.

e. Koordinat; koordinat atau garis astronomis menunjukkan adanya garis lintang dan garis bujur dengan satuan derajat.

f. Insert peta; sesuai dengan namanya, insert peta merupakan peta yang disisipkan di bagian bawah halaman peta itu sendiri. Meskipun ukurannya lebih kecil, insert menggambarkan bentuk peta secara keseluruhan.

g. Simbol; simbol peta menginterpretasikan apa saja yang terdapat pada suatu wilayah yang tergambar dalam peta. Misalnya saja bentuk segitiga berwarna hitam diwakilkan untuk gunung, dsb. Simbol yang bersifat informasi sebaiknya dibuat secara sederhana, berukuran kecil, dan jelas.

h. Legenda; merupakan informasi yang menjelaskan simbol-simbol yang ada pada peta.

i. Tulisan; tulisan atau lettering merupakan semua bentuk tulisan yang menjelaskan nama-nama setiap daerah yang ada pada peta. Lettering dimuat seproporsional mungkin agar sesuai dengan ukuran peta. Jika menuliskan kenampakan air, huruf dibuat bercetak miring.

j. Warna; warna diterapkan untuk mengidentifikasi simbol pada peta. Terdapat enam warna yang biasa digunakan pada peta yaitu warna biru, cokelat, hijau, hitam, merah, dan putih. Warna biru untuk mendeskripsikan kenampakan perairan, warna cokelat untuk menggambarkan relief muka bumi, warna hijau untuk mengidentifikasi wilayah perkebunan atau hutan, warna hitam atau merah untuk mengidentifikasi jalan atau hal terkait lainnya, dan warna putih digunakan untuk menggambarkan penampakkan es.

k. Identitas peta; terletak pada bagian bawah legenda yang berisi tentang sumber, tahun, dan pembuat peta. Seluruh tulisan tersebut dibuat dengan huruf kapital.

Fungsi Peta

Peta berfungsi untuk menunjukkan lokasi suatu tempat atau wilayah di permukaan bumi. Selain itu, peta juga berfungsi untuk:

  • Menggambarkan bentuk-bentuk atau fenomena di permukaan bumi.
  • Memperlihatkan luas daerah, ukuran, dan jarak pada permukaan bumi.
  • Menyatakan informasi tentang konteks keruangan.

Baca juga: https://www.gurulesprivate.co.id/blog/

Pemetaan, Penginderaan Jauh, Sistem Informasi Geografis

Penginderaan Jauh

Setelah membahas tentang pemetaan, selanjutnya kita masuk ke materi penginderaan jauh. Dasar-dasar penginderaan jauh tersebut meliputi pengertian dan komponen penginderaan jauh itu sendiri.

Lalu, apa yang dimaksud dengan penginderaan jauh?

Pengertian Penginderaan Jauh

Penginderaan jauh atau remote sensing mengacu pada kegiatan pengamatan, pencatatan, dan mempersepsikan peristiwa yang berada di kejauhan. Lebih jauh lagi, untuk mendalami apa itu penginderaan jauh, mari simak definisinya berdasarkan pandangan para ahli.

David T. Lindgren

David T. Lindgren menjelaskan bahwa penginderaan jauh adalah teknik yang dikembangkan untuk memperoleh dan menganalisa informasi tentang bumi.

Kenichi Okamoto

Beliau menjelaskan bahwa penginderaan jauh merupakan teknik dalam mengidentifikasi, menentukan, mengklasifikasi, dan memperoleh informasi tentang objek dari hasil pengamatan sensor dari jauh.

Lillesand dan Kiefer

Beliau mengungkapkan bahwa penginderaan jauh merupakan perpaduan ilmu dan seni dalam memperoleh informasi tentang daerah gejala atau objek.

Paul J. Curran

Beliau mendefinisikan penginderaan jauh berkaitan dengan penggunaan sensor radiasi elektromagnetik untuk merekam gambar permukaan bumi lalu diinterpretasikan demi mendapatkan informasi terkait.

Wilson and Buffon

Beliau menjelaskan bahwa penginderaan jauh merupakan perpaduan seni teknik dan ilmu dalam memperoleh informasi tentang objek dan gejala.

American Society of Photogrammetry

Penginderaan jauh adalah perolehan informasi atau pengukuran tentang beberapa fenomena atau sifat objek mengunakan alat khusus.

Komponen Penginderaan Jauh

Komponen penginderaan jauh terdiri atas sumber tenaga, atmosfer, interaksi tenaga dengan objek, sensor, wahana, perolehan data, dan penggunaan data.

Sumber Tenaga

Sumber tenaga yang dibahas di sini adalah sinar matahari. Ini karena matahari bersifat memantulkan tenaga. Sumber tenaga tersebut berfungsi untuk membantu sensor dalam merekam objek.

Terdapat dua jenis penginderaan jauh berdasarkan sumber energi yang digunakan, pasif dan aktif. Penginderaan jauh pasif memanfaatkan sumber tenaga alami. Sedangkan penginderaan jauh aktif memanfaatkan sumber tenaga buatan.

Atmosfer

Atmosfer berfungsi untuk menyerap, memantulkan, dan menghamburkan spektrum elektromagnetik.

Objek

Dalam memancarkan atau memantulkan tenaga, objek memiliki sifat-sifat tertentu yaitu spektral, spasial, dan temporal.

  • Spektral; identifikasi objek berdasarkan pengenalannya, misalnya gelap dan cerah.
  • Spasial; identifikasi obejek berdasarkan pola keruangan seperti halnya bentuk, tinggi, ukuran, dsb.
  • Temporal; identifikasi objek berdasarkan umur dan waktu perekaman objek.

Sensor

Terdapat dua jenis sensor dalam merekam dan menerima tenaga yang datang yaitu sensor fotografik dan sensor elektronik.

  • Sensor fotografik adalah sensor yang menghasilkan foto udara karena menggunakan kamera film sebagai detektornya.
  • Sensor elektronik adalah sensor yang menghasilkan citra karena menggunakan gelombang radio.

Wahana

Wahana merupakan alat transportasi yang digunakan demi memperoleh data yang dikelompokkan berdasarkan tempat dan ketinggian pantulan. Terdapat tiga jenis wahana yaitu satelit, pesawat terbang tinggi, dan pesawat terbang rendah.

Perolehan Data

Data yang diperoleh bisa didapatkan secara manual dan digital. Cara manual sendiri didapatkan dengan menginterpretasi foto. Sedangkan cara digital didapatkan dengan bantuan komputer.

User (Pengguna Data)

Berhasil atau tidaknya penerapan sistem penginderaan jauh disandarkan pada user. Bagaimana seorang pengguna data bisa menggunakan data dengan baik dan akurat agar mendapatkan hasil yang optimal.

Sistem Informasi Geografis

Pada submateri kali ini, kita akan membahas tentang segala hal yang terkait dengan sistem informasi geografi. Hal tersebut meliputi pengertian, komponen, subsistem, dan pemanfaatan sistem informasi geografi.

Definisi Sistem Informasi Geografis

Apa itu sistem informasi geografis?

Sistem Informasi Geografis (SIG) atau Geographic Information System adalah sebuah sistem khusus yang mengelola data referensi geografis yang bersifat spasial.

Sistem Informasi Geografis di Indonesia dikembangkan dan digunakan oleh Badan Informasi Geospasial (BIG). Selain itu, terdapat beberapa instansi lainnya yang memanfaatkan SIG seperti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Badan Meteorologi dan Klimatologi Geofisika (BMKG), dan lainnya.

Komponen Sistem Informasi Geografis

Komponen sistem informasi geografis terdiri atas data Informasi Sistem komputer dan brainware. Data informasi hanya berbasis data, sedangkan sistem komputer berbasis hardware and software.

Subsistem Sistem Informasi Geografis

Subsistem sistem informasi geografis meliputi input data, manajemen data, manipulasi dan analisis, serta output data.

Pemanfaatan Sistem Informasi Geografis

Pemanfaatan sistem informasi geografis meliputi inventarisasi sumber daya alam, perencanaan kajian kesehatan, dan mitigasi bencana.

Gimana Sahabat Latis, udah mulai paham kan dengan materi Pemetaan, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografi?

Supaya kamu makin paham dengan materi lainnya, bisa jawab PR dan tugas di sekolah dengan mudah dan prestasi kamu meningkat tajam, kamu bisa coba ikutan les privat Latiseducation lho!

Gurunya berprestasi dan biayanya juga hemat. Bisa online dan tatap muka juga. Fleksibel kan? Untuk info lebih lanjut, kamu bisa hubungi Latiseducation di line chat 085810779967

Sampai ketemu di kelas!

Les privat

Referensi: Dasar-dasar Pemetaan, Penginderaan Jauh, dan Sistem Informasi Geografis oleh Wisnu Sinartejo tahun 2019.

 



Beri Komentar

wa