Rumus Teropong Bintang (Alat Optik), Cara Kerja dan Panjangnya - Latiseducation

Rumus Teropong Bintang (Alat Optik), Cara Kerja dan Panjangnya

News 1300

Dianggap tidak akan pernah dipakai, lalu bagaimana dengan rumus teropong bintang pada pelajaran alat optik di Fisika? Tentu jadi lebih menarik bukan?

Selain rumus Matematika, Fisika juga sering dianggap biang masalah pada sebagian pelajar yang tidak suka dengan rumus-rumus ribet. Bahkan, pada pelajaran Fisika terdapat rumus yang tidak memiliki angka untuk penyelesaiannya. Dianggap tidak akan pernah dipakai, lalu bagaimana dengan rumus teropong bintang pada pelajaran alat optik di Fisika? Tentu jadi lebih menarik bukan?

Pasti sudah tau apa itu teropong dan bagaimana bentuknya dong ya? Mempelajari sesuatu ilmu yang bisa dipakai dalam kehidupan jauh lebih menarik loh. Meski Fisika cukup banyak yang tidak menyukainya, tetapi khusus satu ini tidak boleh kelewatan. Pasti ingin tau cara kerjanya, agar bisa melihat lebih jelas bintang-bintang dengan bantuan teropong alias teleskop.

Apa Itu Rumus Teropong Bintang?

Rumus Teropong Bintang dalam Alat Optik

Sumber gambar : Freepik - Telescope

Nah, kalau mengenal teropong bintang menjadi semenarik itu. Tentu akan ada rasa penasaran dengan cara kerjanya yang terlihat seperti tidak masuk akal bukan? Untuk bisa melihat bintang lebih jelas digunakan alat bantu yang dikenal sebagai teropong. Sebelumnya, ada banyak jenis teropong loh. Tapi kali ini memang khusus membahas teropong bintang.

Baca juga : Alat-Alat Optik | Fisika Kelas XII

Teropong sendiri memiliki makna yaitu sebuah instrument alat optik yang digunakan untuk melihat sebuah objek dengan posisi di tempat jauh menjadi tampak lebih dekat dan jelas. Meski belum ada kejelasan siapa penemu pertama dari alat ini, tetapi sangat berkembang pesat sampai pada perkembangan pembuatan lensanya.

Dalam sebuah teropong terdiri dari bagian-bagian yaitu lensa Objektif, lensa pembidik, lensa okuler, dan kaki tiga. Sehingga sebuah rumus teropong bintang akan digunakan dalam pembuatannya. Dimana untuk bisa melihat secara lebih dekat dan jelas ada rumus yang dipakai saat membuat sebuah teropong. Anda bisa loh mengetahui rumus ini agar menjadi lebih masuk akal dan ternyata dipelajari pada jenjang pendidikan.

Cara Kerja Teropong Bintang

Rumus Teropong Bintang sebagai Alat Optik

Sumber gambar : Freepik - Telescope

Pada dasarnya cara kerja dari teropong bintang adalah mengubah arah cahaya yang berasal dari suatu benda. Ketahuilah bahwa cahaya akan selalu berubah arahnya jika dipindahkan dari satu media ke media lain. Ini bisa dibuktikan ketika memasukkan sendok ke dalam air, seolah sendok tampak patah atau bengkok. Sendok tersebut sebenarnya tidak berubah, tetapi arah cahaya membuatnya berbeda.

Aktivitas tersebut juga sering disebut sebagai pembiasan cahaya yang masuk ke dalam air. Nah, prinsip yang sama dipakai pada sebuah teropong bintang sebagai alat optik. Pembelokkan cahaya yang ada di sekitarnya akan mengumpulkan dan mengirimnya ke bagian mata. Sehingga berbagai benda angkasa lebih terlihat.

Baca juga : Teori Kinetik Gas | Fisika Kelas XI

Teropong bintang memiliki dua lensa cembung yang bersifat positif dan bayangan akan dihasilkan oleh lensa okuler. Bayangan tersebut akan bersifat maya, terbalik, dan diperbesar. Cara penggunaan, pembesaran dan pengamatan akan dijelaskan di bawah untuk lebih lengkapnya. Selanjutnya bayangan yang akan dibentuk oleh lensa objektif jatuh pada posisi tepat di fokus lensa objektifnya.

Benda angkasa yang bisa terlihat terjadi ketika jarak bayangan dari lensa objektif ke lensa okuler sama dengan jarak fokus lensa okulernya. Tentu saja mengetahui cara kerjanya saja tidak cukup. Mari menggalinya lebih dalam dengan melihat rumus lengkap pada bagian penggunaan dan perbesaran yang bisa dilakukan dengan beberapa cara.

Penggunaan dan Perbesaran Teropong Bintang (Teleskop)

Rumus Teropong Bintang sebagai Alat Optik

Sumber gambar : Freepik - Telescope

Salah satu bagian dari teropong bintang yaitu lensa okuler memiliki fungsi untuk memperbesar ukuran sudutnya agar ukuran dari bayangan yang terbentuk pada retina mata manusia menjadi lebih besar. Setidaknya ada tiga penggunaan dan pembesaran dari alat optik seperti teropong bintang.

Perbesaran Teropong Bintang pada Saat Mata Tidak Berakomodasi

Bagian pertama dengan memahami perbesaran saat kondisi mata tidak berakomodasi. Kondisi ini terjadi saat dimana pandangan dari mata tidak sedang penuh konsentrasi. Perhitungan rumusnya memiliki dua syarat yang harus dipahami yaitu,

  1. S’ok = tak hingga
  2. S’ob = fob

Dengan keterangan masing-masing adalah sebagai berikut.

fob yaitu titik fokus lensa objektif

S’ob yaitu jarak bayangan ke lensa objektif

Sehingga untuk kedua syarat yang berlaku bisa diturunkan rumusnya menjadi:

1/fok = 1/Sok + 1/S’ok , dimana S’ok tidak terhingga maka yang terjadi adalah 1/fok = 1/Sok , bisa disimpulkan bahwa

Sok = fok

Sementara itu, untuk penghitungan dari perbesaran lensa teropong bintang atau alat optik yang lebih dikenal dengan sebutan teleskop adalah,

M = S’ob/Sok , dengan posisi S’ob = fob , maka rumus menjadi

M = fob/Sok

Ada cara lain yang bisa digunakan untuk menghitung dari panjang teleskopnya yaitu dengan rumus:

d = S’ob + Sok

Dari rumus tersebut, S’ob = fob dari syarat sebelumnya dan Sok = fok yang didapat dari penurunan rumus, maka rumus akhirnya menjadi

d = fob + fok

Baca juga : Anak IPA? Ketahui Tentang UTBK Saintek Disini!

Perbesaran Teropong Bintang pada Saat Mata Berakomodasi Maksimum

Berbeda dengan sebelumnya, maka mata berakomodasi maksimum berarti kondisi saat melihat teleskop menggunakan mata terbuka lebar alias lebih fokus dan berkonsentrasi tinggi. Untuk kondisi seperti ini juga terdapat dua syarat yang harus dipahami yaitu,

  1. Sob = tak terhingga
  2. S’ok = -Sn

Adapun untuk keterangan masing-masingnya:

Sob = jarak benda ke lensa objektif

S’ok = jarak dari bayangan ke lensa okuler

Sn = jarak dari baca normal yang biasanya berada pada rentang nilai 25-30 cm.

Dari syarat pertama yaitu Sob = tak hingga, maka diperoleh rumus:

1/fob = 1/Sob + 1/S’ob

1/fob = 1/S’ob atau disederhanakan menjadi fob = S’ob

Dengan fob sebagai titik fokus dari lensa objektif. Sementara rumus untuk perbesaran lensanya adalah.

M = tan α/tan β

Keterangan:

M = perbesaran pada lensa teropong bintang

α = sudut dari pengamat ke bintang tanpa teropong (ο)

β = sudut dari pengamat ke bintang dengan teropong (ο)

Persamaan tersebut juga masih bisa disederhanakan menjadi,

M = fob/Sok

Rumus mencari panjang teleskop bisa dengan menggunakan.

D = S’ob + Sok    atau       d = fob + Sok

Lihat juga Optika Fisis dan Geometri : Fisika UTBK

Setiap rumus dalam penggunaan teropong bintang akan dipelajari secara dasar di bangku pendidikan SD dan lebih lanjut di SMP dan SMA. Karena itu, mempersiapkan diri untuk lebih mengetahui sifat, syarat, dan cara kerja dari teropong bintang bisa dengan ikut program dari Latis Education. Ingin tahu semua program bimbingan belajar yang tersedia? Kunjungi www.latiseducation.com sekarang juga biar tidak ketinggalan materi-materinya atau hubungi nomor 085810779967.

Referensi :

id.wikibooks.org/wiki/Rumus-Rumus_Fisika_Lengkap/Alat_optik

gurumuda.net/rumus-teleskop-teropong-bintang.html

les privat

 

 



Beri Komentar

wa