Teks Negosiasi: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Contohnya - Latiseducation

Teks Negosiasi: Pengertian, Struktur, Jenis, dan Contohnya

News 73

Kali ini kita akan membahas mengenai materi teks negosiasi lengkap agar Sahabat Latis bisa memahaminya secara jelas dan mudah dimengerti.

Halo Sahabat Latis, sudah pada tahu belum mengenai materi teks negosiasi?

Apa? Belum? Oke kalau begitu, kali ini kita akan bahas materi selengkapnya bersama-sama ya!

Jadi, simak penjelasan artikel berikut sampai habis.

Pengertian Teks Negosiasi

teks negosiasi

Menurut KBBI, teks negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan cara berunding demi mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak (kelompok atau organisasi) dan pihak (kelompok atau organisasi) lainnya.

Bisa dibilang, teks negosiasi merupakan teks yang memuat bentuk interaksi sosial dengan fungsi untuk mencari kesepakatan atau penyelesaian bersama di antara pihak-pihak yang berselisih atau memiliki kepentingan yang berbeda.

Baca juga: Les Privat SBMPTN

Tujuan dari negosiasi adalah mengatasi atau menyesuaikan perbedaan untuk memperoleh sesuatu dari pihak lain tanpa paksaan.

Negosiasi juga dilakukan untuk mencapai kesepakatan yang bisa diterima kedua belah pihak ketika bertransaksi atau berselisih paham.

Struktur Teks Negosiasi

teks negosiasi

Bisa dibilang ilmu negosiasi sangat penting untuk diterapkan dalam pekerjaan atau kehidupan sehari-hari.

Banyak orang menganggap hal ini sepele, padahal jika kalian pandai bernegosiasi dengan cara yang baik, itu bisa sangat menguntungkan.

Dalam materi teks negosiasi juga ada beberapa hal yang perlu Sahabat Latis perhatikan agar tujuannya bisa tercapai.

Berdasarkan pengertian teks negosiasi, berikut ini struktur teks negosiasi.

1. Orientasi

Orientasi disebut juga intro pengenalan atau salam pembuka.

Gunakan bahasa interaksi dengan pihak lain yang baik agar “ajang basa-basi” di awal bisa mempermudah langkah negosiasi selanjutnya.

Di dalam teks negosiasi juga memiliki etika, sehingga kalian tidak boleh langsung bernegosiasi langsung tanpa aba-aba.

2. Permintaan

Tahap selanjutnya adalah tahap permintaan.

Tetapi perlu kalian pahami bahwa permintaan ini harus menyesuaikan dengan selera dan juga kebutuhan kalian ya.

Saat ada permintaan, pastinya pihak penyedia barang atau jasa akan memberikan harga terlebih dulu di awal.

Namun, sebelum masuk ke tahap negosiasi, kalian harus masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap pemenuhan.

3. Pemenuhan

Pemenuhan di sini lebih terfokus pada pihak penyedia barang dan juga jasa.

Apakah pihaknya dapat memenuhi permintaan atau tidak, misalnya untuk kasus permintaan dalam jumlah banyak, pihak penyedia akan melakukan konfirmasi atau koordinasi untuk memastikan stok barang yang diminta.

4. Penawaran

Di sini kalian akan masuk ke dalam tahapan penawaran.

Jika harga yang ditawarkan belum cocok dan sesuai, lakukan negosiasi sebelum memutuskan kesepakatan atau penolakan.

5. Persetujuan

Setelah kedua belah pihak sepakatan, itu berarti sudah masuk ke tahap persetujuan.

Pada tahap ini, sebaiknya dilakukan tanpa paksaan, agar kedua belah pihak sama-sama mendapatkan keuntungan.

Jika tahap ini selesai, maka kalian bisa masuk ke tahap selanjutnya yaitu tahap pembelian.

6. Pembelian

Apabila sudah cocok dan sesuai, barulah lakukan transaksi pembelian sampai berhasil.

Tahap pembelian ini menjadi proses penutup dari negosiasi, di sini kamu sudah berhasil melakukan praktik negosiasi.

7. Penutup

Di bagian penutup akan terjadi kesepakatan.

Jadi, keseluruhan transaksi dan penawaran pun selesai.

Seperti yang sudah disebutkan di awal, basa-basi itu perlu.

Tidak dipungkiri bagian penutup, sebaiknya tutup juga dengan kalimat sesuai agar memberikan kesan yang baik kepada pihak penyedia atau pembeli.

Jenis-jenis Teks Negosiasi

teks negosiasi

Berikut ini jenis-jenis teks negosiasi yang harus Sahabat Latis ketahui, diataranya:

Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Bentuknya

1. Bentuk Lisan

Berupa dialog atau drama yang dikemas dalam pola penyajian lisan atau mengandung dialog.

Contohnya bisa kita temui dalam percakapan sehari-hari.

Misalnya, percakapan antara penjual dan pembeli di pasar, percakapan antara penjual perabotan dengan pembeli, dan masih banyak lagi.

2. Bentuk Gabungan Antara Narasi dan Dialog

Berupa cerpen yang mengandung negosiasi antar tokoh.

3. Bentuk Tulisan

Berupa surat penawaran kerja sama, surat penawaran barang, atau surat permintaan barang.

Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Situasi

1. Negosiasi Formal

Kegiatan negosiasi yang dilakukan untuk mendapatkan kesepakatan dengan menempuh jalur hukum.

Contohnya kegiatan negosiasi yang dilakukan oleh seorang pengacara di pengadilan dalam suatu kasus.

2. Negosiasi Nonformal

Jenis negosiasi yang bisa dilakukan di mana saja tanpa jalur hukum.

Contohnya, negosiasi yang dilakukan antara pembeli dan pedagang.

Jenis Teks Negosiasi Berdasarkan Jumlah Negosiator

1. Negosiasi dengan Pihak Penengah

Biasanya dilakukan oleh dua atau lebih pihak negosiator sehingga setiap keputusan dan proses negosiasi memerlukan pihak penengah yang sifatnya netral tidak memihak manapun.

Contohnya, negosiasi di pengadilan yang ditengahi oleh seorang hakim.

2. Negosiasi Tanpa Pihak Penengah

Dilakukan tanpa pihak penengah dan biasanya terjadi antara dua pihak saja.

Umumnya negosiasi ini karena ada kepentingan yang dinegosiasikan, jadi tidak ada kaitan dengan orang banyak dan terjadi dalam kehidupan sehari-hari.

Otomatis, tidak perlu melewati jalur hukum.

Contoh Teks Negosiasi

teks negosiasi

Jual Beli Mangga di Pasar

Pembeli: “Berapa harga sekilo mangga ini, Bang?”

Penjual : “30 ribu, Bu. Murah.”

Pembeli: “Boleh kurang ‘kan, Bang?”

Penjual : “Belum boleh, Bu. Barangnya bagus lho, Bu. Ini bukan karbitan. Matang pohon.”

Pembeli: “Iya, Bang, tapi harganya boleh kurang ‘kan? Kan lagi musim, Bang. Rp20.000  saja, ya?”

Baca juga: Les SBMPTN

Penjual : “Belum boleh, Bu. Rp28.000. , ya, Bu. Biar saya dapat untung, Bu.”

Pembeli: “Baiklah, tapi saya boleh milih sendiri, ya Bang?”

Penjual : “Asal jangan pilih yang besar-besar, Bu. Nanti saya bisa rugi.”

Pembeli: “Iya, Bang, yang penting saya dapat mangga yang bagus.”

Penjual : “Saya jamin, Bu. Kalau ada yang busuk boleh ditukarkan.”

Pembeli: “Baik, saya ambil 3 kilo, ya, Bang.”

Baca juga: Yuk, Ikutan Les Privat SMP Sekarang!

Akhirnya, penjual mempersilakan pembeli memilih manga yang disuka asalkan tidak yang besar-besar dan pembeli tetap untung meskipun harganya sedikit diturunkan.

Semoga mudah dipahami ya!

Kalau kalian masih kebingungan, yuk coba trial gratis les privat berkualitas dengan Latis Education yang bisa menjadi solusi kamu.

Kamu juga bisa mencari banyak informasi terkait materi pelajaran lainnya di website kami https://latiseducation.com/blog.

Baca juga: Serba-serbi Tentang Les Privat Jakarta

Untuk teman-teman yang berminat dengan kualitas yang sudah terjamin 100% oke, hubungi kami di nomor 6285810779967

Atau Jika kamu ingin langsung bertanya terkait les privat Jakarta, kunjungi kami di alamat berikut ini:

Ocean Terrace E1 Jalan Tole Iskandar, Tirtajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat, 16412

Sampai jumpa di pertemuan pertama nanti, ya!

 

 

 

 

Referensi:

https://www.gramedia.com/literasi/pengertian-teks-negosiasi/

https://bsi.today/contoh-teks-negosiasi/



Beri Komentar

wa