Sistem Saraf dan Indera: Pengertian, Jenis dan Contoh Soal | Biologi Kelas XI - Latiseducation

Sistem Saraf dan Indera: Pengertian, Jenis dan Contoh Soal | Biologi Kelas XI

Konsep Pelajaran 368

Sistem Saraf dan Indera: Pengertian, Jenis dan Contoh Soal | Biologi Kelas XI

Sistem Saraf dan Indera: Pengertian, Jenis dan Contoh Soal | Biologi Kelas XI

Ketika kamu sedang makan, apa sajakah anggota tubuh yang bergerak dan terlibat dalam proses tersebut? Bagaimana sistem tersebut dapat bergerak? Yuk, bahas hal ini pada materi tentang sistem saraf dan indera.

1. Sistem Saraf

Bagian Sel Saraf

Sel saraf terdiri dari dendrit, badan sel, dan akson. 

  • Dendrit merupakan penjuluran sitoplasma ke beberapa arah, bercabang, dan berupa serat pendek. Dendrit berfungsi menghantarkan impuls saraf dari reseptor sensorik atau sel saraf lain ke badan sel.
  • Badan sel merupakan bagian sel saraf berukuran besar yang didalamnya terdapat nukleus dan beberapa organel sel lainnya. Badan sel berfungsi menghasilkan neurotransmitter (zat penghantar berupa senyawa kimia) yang terletak pada ujung akson. 
  • Sedangkan akson merupakan bagian sel saraf yang berukuran Panjang, memiliki bonggol akson pada bagian ujung dan selubung mielin (kecuali pada bagian nodus ranvier). Akson atau neurit berfungsi menghantarkan impuls keluar dari badan sel. 

Jenis Sel Saraf

Berdasarkan strukturnya sel saraf dibedakan atas tiga (3) macam, yaitu : sel saraf motorik, sel saraf sensorik, dan konektor.

  • Sel saraf motorik (eferen) Sel saraf motorik merupakan sel saraf yang membawa rangsang dari sistem saraf pusat ke sel-sel efektor (otot dan kelenjar). Cirinya badan sel menyebar, dendrit pendek, dan akson panjang. b. Sel saraf sensorik (aferen) 
  • Sel saraf sensorik merupakan sel saraf yang membawa informasi (rangsang) dari reseptor ke dalam sistem saraf pusat. Cirinya sebagian badan sel bergerombol membentuk ganglia dan akson pendek dan dendritnya Panjang. 
  • Konektor (interneuron) Interneuron merupakan sel saraf penyusun sistem pusat, berfungsi mengirimkan rangsang antarneuron di sistem saraf pusat. Ciri sel saraf ini dendritnya pendek dan aksonnya ada yang pendek dan ada pula yang Panjang.

Sistem Saraf Manusia

Sistem saraf manusia dibagi menjadi sistem saraf pusat dan sistem saraf tepi (perifer). Sistem saraf pusat terdiri dari : otak, dan sumsum tulang belakang (medulla spinalis). Sedangkan saraf tepi dibedakan menjadi saraf sadar dan saraf tidak sadar.

2. Sistem Indera

Melalui indra manusia dapat mengetahui kondisi diluar dan didalam tubuhnya. Indra memiliki reseptor sensorik yang mampu mendeteksi berbagai rangsangan. 

Reseptor pada Sistem Indera

a. Kulit

Kulit Kulit mengandung lima (5) macam reseptor, yaitu: reseptor terhadap sentuhan (saraf meissner dan diskus merkel), tekanan (saraf paccini), sakit/nyeri (saraf tanpa selaput), panas (saraf ruffini atau golgi mazzoni), dan dingin (saraf krause).

Saraf-saraf sensorik pada kulit tersebar secara tidak merata dan berada pada kedalaman yang berbeda. Rangsang panas dan dingin diterima oleh reseptor yang berbeda sehingga kita dapat membedakan rasa panas dan dingin. Rangsang sakit cukup kuat yang mengenai kulit menyebabkan penerima rangsang sakit yang ada didalam kulit bereaksi terhadap rangsang tersebut. Sensasi rasa sakit merupakan alat pelindung karena rasa sakit merupakan sinyal adanya luka pada tubuh.

B. Lidah 

Rasa dihasilkan dari hasil rangsang kimia berupa larutan. Ujung saraf pengecap terdapat pada papil pengecap (gemma gustatoria). Papil pengecap berbentuk seperti botol (labu) terdapat disebelah depan, belakang, dan sepanjang tepi lidah. Papil tersebut tersusun atas sel pendukung dan sel pengecap yang mempunyai mikrovili. Mikrovili berfungsi mendeteksi rasa manis, pahit, asin, dan masam.

C. Hidung 

Indra pembau disusun oleh jaringan epitel olfaktori dan sel-sel reseptor olfaktori yang terdapat di rongga hidung bagian atas. Sensasi yang kita sebut rasa pada kenyataannya adalah bau. 

Pada saat kita mengunyah bawang atau apel, uap atau gas masuk ke bagian dalam hidung yang terbuka. Gas tersebut akan mengenai ujung saraf pembau sehingga kita dapat merasakan adanya rasa bawang dan apel. Bau dihasilkan dari rangsang kimia yang berupa gas. Gas masuk kedalam rongga hidung, berdifusi kedalam lapisan mukus lalu berikatan dengan reseptor pada dendrit. Gas tersebut akan merangsang sel-sel olfaktori sehingga impuls dari saraf olfaktori bergerak menuju ke otak. Impuls tersebut akan diinterpretasikan sebagai bau.

D. Telinga 

Telinga merupakan indera pendengaran dan sekaligus untuk keseimbangan

E. Mata

Mata mempunyai reseptor khusus untuk mengenali perubahan sinar dan warna. Sesungguhnya yang disebut mata, bukan hanya bola mata, melainkan termasuk juga otot-otot pergerakan bola mata, kotak mata (rongga tempat mata berada), kelopak, dan bulu mata

 

Nah, itulah pembahasan materi pembelajaran biologi kelas sebelas tentang sistem saraf dan indera. Apabila ada pertanyaan atau pendapat yang ingin disampaikan, Anda bisa langsung serukan di kolom komentar di bawah yaaaah… 

Anda juga dapat menghubungi kami di 085810779967 atau Head Office kami 021-77844897 di setiap hari Senin s.d Jumat pada pukul 09.00-17.00. 

Anda bisa menemui kami langsung di kantor Ocean Terrace Residence Blok E1 No.1 Jalan Tole Iskandar, Tirtajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. Latis Education melayani les privat untuk semua wilayah di Indonesia.

 



Beri Komentar

wa