Conditional and Wishes: Materi Modul Kelas 12 - Latiseducation

Conditional and Wishes: Materi Modul Kelas 12

Konsep Pelajaran 151535

Conditional and wishes diibaratkan sebagai ekspresi berhayal menggunakan bahasa asing. Siapapun boleh berhayal dan biar makin keren silahkan menghayal pakai bahasa Inggris.

Suka berhayal? Biar makin keren yuk berhayal pakai bahasa Inggris.

Tapiii, mari kita berhayal sesuai ketentuan yaa. Jadi berhayal itu bisa ke masa depan atau ke masa lalu. Keduanya memiliki persamaan yaitu sama-sama tidak terjadi. Ini dalam bahasa Inggris disebut Conditional Sentence.

Apa Itu Conditional Sentence?

Adalah kalimat yang mengandung syarat suatu hal terjadi, dan hasil dari syarat itu jika terjadi. Gampangnya, dalam kalimat ini, sesuatu harus terjadi kalau mau sebuah kondisi lain terjadi.

Contoh:

Andai aja aku jadi Rafathar, pasti sekarang kamarku jadi kayak Timezone.

Syarat untuk punya kamar kayak Timezone adalah jadi Rafathar. Kurang lebih seperti itu ya teman-teman. 

Pembagian Conditional Sentence

Terbagi menjadi lima macam, antara lain:

Type 0 (0 conditional)

First (1st) conditional

Second (2nd) conditional

Third (3rd) conditional

Mixed conditional

Yuk kita gaskeun untuk bahas satu per satu. 

A. Type 0

berupa fakta yang nggak bisa dipungkiri kebenarannya. 

Contoh:

If we burn a paper, it becomes ash.

Siapa bilang bakar kertas jadi emas? Ya pasti jadi abu lah.

Ini maksudnya kalau kondisi yang belum terjadi sudah pasti menghasilkan kondisi begini.

Structure: If/when + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence) (,) result clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence)

Kalau mau dirumuskan kurang lebih seperti itu.

Rumus itu juga bisa dibalik lho, Structure: Result clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence) + if/when + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence)

Kalau if-nya di depan, jangan lupa kasih (,) untuk memisahkan if clause dan result clause. Tapi, kalau if-nya di tengah, nggak usah dikasih (,).

B. Type 1

Structure:

If + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence) (,) result clause (will + verb 1)

Atau

Result clause (will + verb 1) + if + if clause (Subject + verb (s/es) + the rest of the sentence)

Contoh:

If I miss the bus, I’ll take a taxi.

We’ll go to the park if the weather is good tomorrow.

Jadi kesimpulannya adalah, tipe ini cenderung untuk membangun rencana.

C. Type 2

Jenis ini digunakan untuk mengandaikan kondisi yang kayaknya nggak mungkin terjadi untuk saat ini, alias berkhayal. Lebih gampangnya udah terlewatkan untuk bisa terjadi.

Structure:

If + if clause (Subject + verb 2 + the rest of the sentence) (,) result clause (would + verb 1)

Atau

Result clause (would + verb 1) + if + if clause (Subject + verb 2 + the rest of the sentence)

Was” biasanya digunakan dalam konteks informal atau percakapan sehari-hari. Sementara itu, “were” digunakan dalam konteks formal dan emang lebih umum dipakai, terutama pada teks tertulis. Jadi, lebih baik elo pakai “were” aja.

“Was” akan menjadi “were” biasanya menunjukkan sebuah khayalan yang nggak mungkin terjadi.

D. Type 3

digunakan untuk menyatakan penyesalan atau komplain terhadap sesuatu yang udah terjadi di masa lalu.

Structure:

If + if clause (Subject + had + verb 3) (,) result clause (would have + verb 3)

Atau

Result clause (would have + verb 3) + if + if clause (Subject + had + verb 3)

Contoh: If I had worked hard before, I would have a house.

E. Mixed Conditional

I wouldn’t be so hungry if I had eaten breakfast first.

Seandainya saya tadi pagi sarapan, pasti sekarang saya tidak akan kelaparan.

Coba teman-teman cari bedanya apa dengan tipe kondisional sebelumnya. Ada yang tidak bisa diubah, ada yang berupa rencana, nah kalau mixed conditional lebih ke hal yang sudah lewat tapi esok hari masih bisa diperbaiki. Jadi penyesalan yang tidak terlalu mendalam, cieh.

Lalu bagaimana dengan wish? Yaa itu secara harfiah maknanya adalah harapan. 

ada beberapa fungsi “wish” yang perlu elo ketahui, antara lain:

1. Wish and regret, digunakan untuk menyatakan sesuatu yang nggak mungkin terjadi di masa sekarang, atau menyesal karena sesuatu yang udah terjadi di masa lalu nggak bisa diubah lagi.

Wish and regret memiliki dua jenis, yaitu present wishes dan past wishes (regrets).

Present wishes, ketika sesuatu nggak mungkin terjadi di masa sekarang.

Structure: Wish/wishes + past tense

Contoh: I wish I could see my grandma.

Past wishes (regrets), ketika menyesali sesuatu yang terjadi di masa lalu tapi nasi udah menjadi bubur.

Structure: Wish/wishes + past perfect tense

Contoh: I wish I had met you sooner.

2. Wish or want, digunakan untuk menyatakan keinginan. “Wish” digunakan dalam konteks formal, sedangkan “want” cenderung berada dalam konteks informal.

Structure: Wish/wishes + to + verb 1 + …..

Contoh: I want/wish to speak to your supervisor.

3. To complain, digunakan untuk menyatakan harapan sekaligus komplain akan hal tersebut.

Structure: Wish/wishes + object (harapannya untuk siapa) + would + verb 1

Contoh:

I wish my dad would stop smoking.

I wish she wouldn’t work late so often.

4. To wish someone, digunakan untuk memberikan harapan kepada seseorang.

Structure: Wish/wishes + indirect object (buat siapa) + direct object (harapannya apa)

Nah, itu dia pembahasan mengenai Conditionals and Wishes. Apabila ada pertanyaan atau pendapat yang ingin disampaikan, bisa langsung serukan di kolom komentar dibawah ya.

Hubungi kami di 082126002509 atau Head Office kami 021-77844897 di setiap senin s.d jumat 09.00-17.00. Anda bisa menemui kami langsung di kantor Ocean Terrace Residence Blok E1 No.1 Jalan Tole Iskandar, Tirtajaya, Kec. Sukmajaya, Kota Depok, Jawa Barat. latiseducation.com melayani les privat untuk semua wilayah Indonesia.



Beri Komentar

wa