Bangun Datar: Segi Empat dan Segi Tiga │Matematika Kelas 7 - Latiseducation

Bangun Datar: Segi Empat dan Segi Tiga │Matematika Kelas 7

Konsep Pelajaran

Artikel ini akan menjelaskan mengenai pengertian dan konsep bangun datar yang meliputi segi empat dan segi tiga beserta contohnya.

Apa kamu pernah mengamati konstruksi atau kerangka sebuah gedung? Di sekitar kita terdapat berbagai benda dua dimensi berbentuk segiempat dan segitiga, seperti pintu rumah, jendela, ketupat, layang-layang, langit-langit rumah dan lain sebagainya. Bentuk segiempat dan segitiga itu bermacammacam dari yang tidak beraturan sampai yang beraturan seperti persegi, persegi panjang, jajar genjang, trapesium, belah ketupat, layang-layang dan segitiga.

A. Segi Empat

Segi empat adalah suatu bidang datar yang dibentuk/dibatasi oleh empat garis lurus sebagai sisinya. Bangun datar segi empat yang akan dibahas meliputi persegi panjang, persegi, jajargenjang, belah ketupat, layang-layang dan trapesium. Sedangkan persegi panjang adalah segi empat dengan sisi-sisi yang berhadapan sejajar dan sama panjang, serta keempat sudutnya siku-siku.

1. Sifat-sifat Persegi Panjang

a. Sisi-sisi yang berhadapan sama panjang dan sejajar.

b. Setiap sudutnya siku-siku.

c. Mempunyai dua buah diagonal yang sama panjang dan saling berpotongan di titik pusat persegi panjang. Titik tersebut membagi diagonal menjadi dua bagian sama panjang.

d. Mempunyai dua sumbu simetri, yaitu sumbu vertikal dan horizontal.

2. Keliling dan luas

Terdapat berbagai bentuk bangun datar segiempat yang masing-masing terdiri dari empat sisi, empat titik sudut, dan suatu daerah yang dibatasi oleh empat sisi tersebut. Jumlah dari keempat sisi tersebut dinamakan dengan keliling dan daerah yang dibatasi oleh keempat sisi tersebut dinamakan dengan luas. Dengan demikian, keliling suatu bangun datar adalah jumlah panjang sisi-sisi yang membatasi bangun tersebut. Sedangkan luas bangun datar adalah suatu daerah yang dibatasi panjang sisi-sisi pada bangun tersebut.

a. Keliling

Keliling sebuah bangun datar adalah total jarak yang mengelilingi  bangun tersebut. Ukuran keliling adalah mm, cm, m, km, atau satuan panjang lainnya. Keliling persegi panjang sama dengan jumlah seluruh panjang sisinya. Jika ABCD adalah persegi panjang dengan p dan lebar l, maka keliling ABCD = p + l + p + l, atau dapat dirulis sebagai K = 2p + 2l = 2 (p + l).

b. Luas

Luas sebuah bangun datar adalah besar ukuran daerah tertutup sesuatu permukaan bangun datar. Ukuran untuk luas adalah cm2, m2, km2, atau satuan luas lainnya. Luas persegi panjang sama dengan hasil kali panjang dan lebarnya. Berdasarkan hal ini, maka luas ABCD = panjang x lebar dan dapat ditulis dengan L = p x l.

Contoh:

Temukan keliling dan luas persegi panjang yang panjangnya 10 cm dan lebarnya 2 cm!

Penyelesaian:

Diketahui p = 10 cm dan l = 7 cm, maka:

K         = 2 (p + l)

            = 2 (10 cm + 7 cm)

= 34 cm

L          = p x l

            = 10 cm x 7 cm

            = 70 cm2

B. Segitiga

Sebelum kita membahas lebih jauh tentang segita, mari kita ulas konsep segitiga yang meliputi pengertian dasar segitiga dan manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari.

1. Pengertian Segitiga

Dalam kehidupan sehari-hari, terdapat banyak manfaat dari bentuk segitiga. Salah satu contohnya adalah dalam konstruksi jembatan atau tiang listrik untuk transmisi tegangan tinggi dibuat dengan bentuk segitiga. Berdasarkan hal ini, dipilih bentuk segitiga dengan tujuan agar konstruksinya kokoh.

Sebuah segitiga terbentuk apabila tiga titik yang tidak terletak pada satu garis lurus saling dihubungkan. Hal ini dapat berarti segitiga adalah bidang datar yang dibatasi oleh tiga garis lurus dan membentuk tiga sudut.

Gambar bangun ABC dialokasikan sebagai bentuk segitiga. Ketiga titik segitiga tersebut, yaitu A, B, dan C disebut titik sudut. AB, BC, dan AC disebut sisi. Sisi-sisi dan sudut-sudut dalam segitiga ABC disebut unsur-unsur sebuah segitiga.

Notasi untuk segita ABC sering digunakan ∆ABC. Rincian tentang unsur-unsur ∆ABC dapat diterangkan sebagai berikut:

a. Sisi BC dihadapkan dengan sudut A ditulis a.

b. Sisi AC yang berhadapan dengan sudut B ditulis b.

c. Sisi AB yang berhadapan dengan sudut C ditulis c.

2. Jenis-jenis Segitiga

Penamaan sebuah segitiga bergantung dari cara peninjauan kita. Peninjauan ini meliputi panjang sisi-sisinya, sudut-sudutnya ataupun gabungan keduanya.

a. Jenis Segitiga Ditinjau dari Panjang Sisi-sisinya

Penanaman segitiga yang ditinjau dari panjang sisi-sisinya meliputi: segitiga sama kaki, segitiga sama sisi, dan segitiga sembarang.

b. Jenis Segitiga Ditinjau dari Sudut-Sudutnya

Apabila segitiga ditinjau dari ukuran-ukuran sudut, maka nama segitiga itu mengikuti nama ukuran sudutnya, yaitu:

1) Segitiga yang ketiga sudutnya lancip disebut dengan segitiga lancip.

2) Segitiga yang salah satu sudutnya siku-siku disebut segitiga siku-siku.

3) Segitiga yang salah satu sudutnya tumpul disebut segitiga tumpul.

 

Referensi:

As'ari A.R, Tohir M, Valentino E, Imron Z, Taufiq I. (2017). Matematika SMP/MTs Kelas VII Semester I. Pusat Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemendikbud

Simangunson, Wilson dan Sukino. (2006). Matematika untuk SMP Kelas VII. Jakarta: Erlangga.



Beri Komentar

wa