Sosiologi Kepribadian| Sosiologi Kelas X - Latiseducation

Sosiologi Kepribadian| Sosiologi Kelas X

Konsep Pelajaran 814

Sosiologi kepribadian meliputi proses sosial, pengertian kepribadian, faktor-faktor, dan hubungan kepribadian dan kebudayaan.

Sahabat Latis, di lingkungan pertemanan sekolah atau di manapun kalian berada, sudah dapat dipastikan bahwa interaksi itu terjadi.

Interaksi tersebut akan membuat kalian bersosialisasi mengenal lingkungan sekitar dan masyarakat di dalamnya.

Ikatan sosial dan semua hal yang terkait dengan hal yang demikian itu akan membentuk kepribadian.

Sehingga Sahabat Latis harus memperhatikan proses sosialisasi dan kaitannya dengan kepribadian hingga nilai-nilai yang menjadi dasar dalam bersikap.

Sosiologi Kepribadian

Sosiologi kepribadian terjadi karena adanya proses sosialisasi.

Pada pembahasan kali ini, Sahabat Latis juga akan mempelajari tentang proses sosialisasi, pengertian kepribadian, faktor-faktor pembentuk kepribadian, dan hubungan pembentukan kepribadian dengan kebudayaan.

Sosiologi Kepribadian

A. Proses Sosialisasi

Proses sosialisasi meliputi pengertian proses sosialisasi, tujuan proses sosialisasi, tahapan proses sosialisasi, fungsi proses sosialisasi, metode sosialisasi, media sosialisasi, dan jenis-jenis sosialisasi.

1. Pengertian Proses Sosialisasi

Apa yang disebut dengan proses sosialisasi?

Proses sosialisasi adalah proses di mana seseorang mempelajari norma, nilai sosial, dan cara hidup agar dapat diterima dan berkembang di masyarakat.

Proses sosialisasi berawal dari lingkungan keluarga, masyarakat, lingkungan sekolah, dan semua lingkungan yang ada dalam kehidupan seseorang.

Proses ini juga menjadikan seseorang lebih memahami lingkungan dan mengerti mana yang hak dan mana yang menjadi kewajibannya.

2. Tujuan Sosialisasi

Kenapa setiap individu harus bersosialisasi? Berikut adalah alasannya.

• Sosialisasi memberikan pengetahuan dan keterampilan dalam menjalani hidup bermasyarakat.

• Sosialisasi mengembangkan kemampuan berkomunikasi.

• Dengan bersosialisasi, seseorang dapat menemukan nilai-nilai dan kepercayaan yang diyakini oleh masyarakat.

• Sosialisasi juga membantu seseorang dalam mengendalikan dan membawa diri di masyarakat.

3. Tahap-tahap Sosialisasi

Tahap-tahap sosialisasi terbagi atas tahap persiapan (preparatory stage), tahap meniru (play stage), tahap siap bertindak (game stage), dan tahap penerimaan norma kolektif (generalized other).

Tahap Persiapan (Preparatory Stage)

Tahap persiapan merupakan tahap awal dari sosialisasi yang dimulai sejak manusia lahir ke dunia.

Tahap Meniru (Play Stage)

Tahap meniru merupakan tahap dimana anak dapat meniru orang-orang yang berada di sekitarnya secara sempurna.

Tahap Siap Bertindak (Game Stage)

Tahap siap bertindak adalah kemampuan dalam menempatkan diri pada kelompok atau lingkungan di luar keluarga.

Tahap Penerimaan Norma Kolektif (Generalized Other)

Tahap penerimaan norma kolektif berkaitan dengan mengenal, mempelajari, dan menaati aturan yang berlaku di masyarakat.

4. Fungsi Sosialisasi

Sosialisasi berfungsi dalam kepentingan individu dan masyarakat.

Kepentingan individu meliputi pengenalan, pengakuan, serta penyesuaian terhadap nilai dan norma yang berlaku di masyarakat.

Sedangkan yang dimaksud dengan kepentingan masyarakat adalah pelestarian, perluasan, dan pewarisan nilai dan norma dalam kehidupan bermasyarakat.

5. Metode Sosialisasi

Terdapat beragam metode yang digunakan dalam bersosialisasi. Namun dalam hal ini, Sahabat Latis akan belajar tentang metode ganjaran dan hukuman serta metode pemberian contoh.

Metode Ganjaran dan Hukuman

Perilaku yang baik akan mendapatkan ganjaran. Sedangkan perilaku yang buruk akan mendapatkan hukuman.

Jika dikaitkan dengan ciri-ciri religiusitas, orang baik akan mendapatkan pahala dan mereka yang berbuat kesalahan akan mendapatkan dosa.

Metode Pemberian Contoh

Pemberian contoh terkait dengan proses imitasi di mana sikap orang tua menjadi panutan bagi anak-anaknya.

Anak yang menjalani proses imitasi juga secara langsung mengikuti proses identifikasi dengan meniru perbuatan orang yang dijadikan contoh.

6. Media Sosialisasi

Media sosialisasi meliputi keluarga, teman sepermainan, sekolah, lingkungan kerja, dan media massa.

Keluarga

Keluarga merupakan kelompok sosial terkecil di masyarakat dengan tingkat sosialisasi yang represif (ketaatan pada orang tua) dan persuasif (pencegahan terhadap penyimpangan).

Teman Sepermainan

Teman sepermainan merupakan mereka yang berada dalam lingkungan pertemanan anak. Anak-anak cenderung berteman dengan siapa yang mereka sukai. Hal ini tentunya memiliki dua sisi yaitu sisi positif dan negatif .

Namun sebaiknya kita menghindari adanya kelompok tertentu dalam pertemanan sebagai cara untuk mencegah pengaruh buruk di kemudian hari.

Sekolah

Sekolah bertujuan untuk mendapatkan pengetahuan, membentuk kepribadian, melestarikan kebudayaan, dan melatih diri untuk berpikir secara rasional.

Lingkungan Kerja

Lingkungan kerja terbentuk karena jenis pekerjaan yang sama dan keahlian yang dimiliki oleh individu.

Media Massa

Pilihan tontonan yang salah akan mendorong bersikap agresif dan negatif. Sehingga, orang tua mesti memusatkan perhatiannya pada anak tentang hal ini.

7. Jenis-jenis Sosialisasi

Jenis-jenis sosialisasi terbagi dalam dua jenis yaitu jenis sosialisasi sekunder dan jenis sosialisasi primer.

Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder memperkenalkan individu pada nilai baru yang berkembang di masyarakat. Misalnya mengunjungi rumah sakit, pendidikan militer, dan lainnya.

Sosialisasi Primer

Sosialisasi primer terkait dengan menempatkan individu pada posisi tertentu. Contohnya kakak, adik, teman, tante, dan lain-lain.

Sosiologi Kepribadian

B. Pengertian Kepribadian

Kepribadian merupakan ciri atau watak seseorang yang akhirnya menjadi identitas. Kepribadian terbentuk atas unsur pengetahuan, perasaan, dan dorongan naluri.

1. Pengetahuan

Pengertian kepribadian seputar pengetahuan meliputi konsep pemahaman dan fantasi. Hal tersebut lahir dari pengalaman dan pengamatan terhadap sesuatu yang berkembang di masyarakat.

2. Perasaan

Kepribadian juga melibatkan unsur perasaan yang bersifat subjektif karena dasari pada kesadaran dan keadaan yang menghasilkan nilai negatif dan positif.

3. Dorongan Naluri

Unsur dorongan naluri mencakup dorongan mempertahankan hidup, mencari makan, meniru perilaku, bergaul, bertindak, dan lainnya.

C. Faktor-faktor Pembentuk Kepribadian

Faktor-faktor pembentuk kepribadian meliputi faktor keturunan (heredity), lingkungan (nature), faktor sosial (social environment), dan kelompok manusia.

1. Keturunan (Heredity)

Faktor keturunan mempengaruhi perbedaan intelegensi pergaulan sosial, keramahtamahan, dan tantangan biologis.

2. Lingkungan (Nature)

Hobi atau kebiasaan manusia juga dipengaruhi oleh iklim, sumber daya alam, dan topografi.

3. Faktor Sosial (Social Environment)

Kebudayaan mempengaruhi bagaimana seseorang bersosialisasi seperti halnya perbedaan kebudayaan di perkotaan dan pedesaan.

4. Kelompok Manusia

Kelompok manusia meliputi keluarga, tetangga, teman, sekolah, dan lingkungan kerja. Seluruh kelompok manusia tersebut memberikan pengaruh besar terhadap pembentukan sikap seseorang.

Baca juga: https://www.gurulesprivate.co.id/

D. Hubungan Pembentukan Kepribadian dengan Kebudayaan

Pembentukan kepribadian sangat erat kaitannya dengan kehidupan sosial karena semua hal yang dipelajari dalam kehidupan akan diwariskan secara turun-temurun.

Hal tersebut juga akan membentuk tingkah laku, tindakan, gagasan serta nilai dan norma.

Kebudayaan dan kepribadian merupakan hal yang tidak bisa dipisahkan. Kebudayaan sendiri menyimpan karakter dan nilai seperti kepercayaan, kesenian, pengetahuan, adat istiadat dan kebiasaan.

Pada akhirnya, nilai-nilai tersebut menjadi gagasan tindakan hingga hasil karya yang akan disimpan oleh individu seumur hidup.

Gimana Sahabat Latis, udah mulai paham kan dengan materi Sosiologi Kepribadian?

Supaya kamu makin paham dengan materi lainnya, bisa jawab PR dan tugas di sekolah dengan mudah dan prestasi kamu meningkat tajam, kamu bisa coba ikutan les privat Latiseducation lho!

Gurunya berprestasi dan biayanya juga hemat. Bisa online dan tatap muka juga. Fleksibel kan? Untuk info lebih lanjut, kamu bisa hubungi Latiseducation di line chat 085810779967.

Sampai ketemu di kelas!

 

les privat

Referensi:

Ruswanto. 2009. Sosiologi Untuk Kelas X SMA dan MA. Mefi Caraka: Jakarta.

Sudarmi, Sri, W. Indriyanto. 2009. Sosiologi Untuk Kelas X SMA dan MA. Usaha Makmur: Jakarta.



Beri Komentar

wa