Penemu Aljabar Ternyata Dari Persia Lho - Latiseducation

Penemu Aljabar Ternyata Dari Persia Lho

News 154

Biasanya ilmu pengetahuan berkembang pesat di wilayah Eropa dan sekitarnya namun ternyata Aljabar punya ceritanya sendiri. Penemu Aljabar berasal dari Persia. Seperti apa kiprah beliau?

Halo sahabat Latis, apa kabar kalian? Setelah sejak kemarin kita berkutat dengan hitungan Aljabar, sekarang kita akan menelusuri sejarahnya. Penemu Aljabar tentu sosok yang tidak biasa karena mampu menciptakan hitungan rumit begitu. 

Siapa Penemu Aljabar 

Teori bilangan, geometri, dan analisisnya disatukan untuk menjadi bagian dari matematika, dikenal sebagai aljabar. Usut punya usut, ternyata dalam bahasa Inggris, Aljabar disebut Algebra yang artinya ilmu yang mempelajari simbol-simbol matematika, serta aturan untuk menghitungnya.

Dalam catatan sejarah manusia, Al-Khawarizmi adalah tokoh penting yang mengembangkan ilmu matematika, dan dijuluki sebagai Bapak Aljabar. Selain menemukan aljabar, ia juga merupakan penemu angka nol (0).

Beliau ini memang ahli matematika yang memiliki nama lengkap Muhammad bin Musa Khawarizmi, yang dikenal dengan Al-Khawarizmi.

 

 Biografi Penemu Aljabar

Al-Khawarizmi adalah ilmuwan Islam, yang lahir di sebuah kota kecil bernama Khawarizm di Uzbekistan sekitar tahun 780 Masehi. Sejak kecil, dia tinggal di Selatan kota Bagdad. Ia menjadi anggota Bayt Al-Hikmah, yakni lembaga penerjemah, pusat penelitian ilmu pengetahuan, dan perpustakaan besar yang didirikan Harun Al-Rasyid. Di sinilah para ilmuwan berkumpul.

Ia memang menyukai riset dan hal itu membuatnya mampu untuk menguasai berbagai bahasa, bahkan menerjemahkan buku. Jadi emang dari kecil si bapak hobi belajar ya dan secinta itu sama dunia pendidikan. Setelah berakhirnya kekhalifahan Al-Rasyid pada tahun dan digantikan oleh khalifah Al-Makmun selama 813-833 Masehi, Baghdad terus menjadi pusat perdagangan dan pengetahuan. Setelah mewarisi kecintaan terhadap ilmu pengetahuan, Khalifah Al Makmun menyadari bahwa ilmu pengetahuan adalah kunci peradaban.

 

Al-Khawarizmi telah menjadi ilmuwan sejak pengangkatan pertamanya sebagai anggota Bayt Al-Hikmah. Di sana ia terus belajar banyak ilmu, terutama ilmu alam dan matematika. Al-Khawarizmi terus bekerja di bidang pendidikan dan penelitian ilmiah sepanjang hidupnya. Ini hal yang membuat ia sangat terbuka untuk sumber pengetahuan dari mana saja di dunia, termasuk Yunani, India dan bahkan Roma. Pada 825 Masehi dia menuliskan buku berjudul "Hisab Al-jabrwal-muqabala", artinya pemulihan bagian buku yang rusak.

Melalui buku tersebut, para ilmuwan hingga saat ini menggunakan kata aljabar dalam matematika. Tapi kenapa dia rela pusing-pusing menemukan Aljabar?

 

Tujuan Penemu Aljabar Menemukan Aljabar

Ada beberapa tujuan sang penemu Aljabar yaitu untuk memecahkan persamaan linear, atau kuadrat dengan menghilangkan negatif menggunakan proses penyeimbangan kedua sisi persamaan.

Tidak hanya itu, Aljabar juga meluaskan penggunaan angka Hindu-Arab. Al-Khawarizmi turut membantu dalam meluaskan penggunaan angka Hindu-Arab seperti 1, 2, 3, dan seterusnya yang menggantikan angka Romawi.

Pada saat itu, angka Romawi I, II, III, IV dan seterusnya masih umum digunakan di seluruh Eropa dan Timur Tengah karena pengaruh Kekaisaran Romawi.

Ahli matematika Islam ini juga berjasa dalam mendorong penggunaan angka nol, misalnya 0 pada angka 105 menunjukkan tidak ada kelipatan 10 dalam angka ini. Wah maaf banget nih kalo mimin ga konek banget deh. 

Tidak heran jika pengembangan tabel sinus, cosinus, dan trigonometri juga tersangkut paut disini. Dan kalian sadar tidak sih? Dari kata Khawarizmi muncullah kata Algoritma yang berarti adalah bagian tak terpisahkan dari matematika. 

Al-Khawarizmi meninggalkan karya Diophantus dan menemukan banyak masalah dan kesalahan yang sulit dipahami. Di sana, ia mulai memperbaiki dan menyempurnakan aljabar. Ia mengembangkan tabel rinci trigonometri yang mencakup fungsi dan turunan dari sinus, kosinus, tangen, dan kotangen. Berkat penemuannya, Al-Khawarizmi disebut sebagai “bapak aljabar”. Hal ini juga diakui oleh para pemikir Barat. Berkat kegigihan dan rasa keingintahuan beliau, aljabar hadir di tengah-tengah kehidupan kita. Siapa sangka di masa depan ilmu ini benr-benar berguna. Tuh sahabat Latis, kaloo punya ide jangan segan-segan direalisasikan. Siapa tau namanya bisa terus ada di buku sejarah kan?

Kalau mau ditarik kesimpulan nih ya, Aljabar sebenarnya merupakan penyempurnaan dari pengetahuan yang diperoleh bangsa Mesir dan Babilonia sekitar  2000 tahun sebelum Masehi. Kedua negara ini menggunakan beberapa item yang berhubungan dengan aritmetika, tetapi sistem dan strukturnya masih sangat sederhana.

Lalu apa sih manfaatnya sekarang? Jadi mungkin lho ya bapak yang satu ini punya pandangan terhadap masa depan. Tidak heran akhirnya apa yang eliau temukan bisa digunakan hingga saat ini. Perhitungan ilmu dagang tidak lepas dari adanya aljabar. Lebih hebohnya lagi sistem-sistem pada teknologi seperti website pengkodingan juga beberapa menerapkan ilmu ini.

Perhitungan matematika itu sungguh sangat luas. Tidak hanya bergerak memajukan ekonomi hingga teknologi, adanya aljabar juga erat kaitannya dengan pembangunan. Gedung-gedung megah, jembatan, dan lainnya tidak mungkin tanpa perhitungan. Sudut, kemiringan, dan aspek lainnya dihitung dengan teliti sedemikian rupa. Tidak hean jika pada akhirnya siapapun yang menggeluti ilmu ini dianggap kereeenn. 

Apakah semua orang bisa mempelajari aljabar? mungkin secara umum iya jika itu masih berupa aljabar dasar. Tapi jika sudah berlanjut ke pendalaman aljabar yaaa hanya orang-orang yang mencintai angka mungkin yang dapat bertahan. 

Dengan aljabar ini dapat mengelompokan mana yang kebutuhan dan keinginan. Dengan begitu kita dapat mengatur keuangan keluarga dan tidak menggunakan uang secara sia-sia. Kita bisa membuat daftar belanja bulanan dengan strategi aljabar ini. Kita bisa berbelanja di pasar untuk membeli bahan makanan karena di pasar lebih murah daripada di supermarket dan dapat melakukan tawar-menawar juga mendapatkan jumlah barang yang lebih banyak. 

Untuk kita mahasiswa yang tinggal jauh dari orang tuannya atau merantau pasti dituntut untuk bisa mengelola keuangannya sendiri. Sebab orang tua akan mengirimkan yang kepada kita sebulan sekali. Jadi, kita harus bisa memanfaatkan uang untuk kebutuhan kita. Strategi yang dapat dilakukan dalam mengelola keuangan yaitu aljabar. Kita dapat membuat anggaran keuangan untuk kebutuhan makan, transportasi, sewa kos, dan lainya. Dengan memanfaatkan aljabar kita dapat mengelola keuangan dengan cukup baik untuk memenuhi kebutuhan mereka dan tidak kehabisan uang saat ditengah bulan.

Nah, itu dia informasi mengenai penemu aljabar. Mimin tau itu memusingkan tapi serius deh kalian pasti bisa apalagi kalau belajarnya bareng Latis Education.

Baca juga tema lainnya di Latis Privat

les privat matematika



Beri Komentar

wa