Sosiologi Sebagai Ilmu| Sosiologi Kelas X - Latiseducation

Sosiologi Sebagai Ilmu| Sosiologi Kelas X

Konsep Pelajaran 0.9K views

Sosiologi sebagai ilmu merangkum tentang sosiologi sebagai ilmu meliputi metode, ruang lingkup, tokoh-tokoh, dan hubungan sosiologi dengan ilmu lainnya.

Sahabat Latis, kali ini kita akan mempelajari tentang segala hal yang terkait dengan sosiologi sebagai ilmu.

Apa saja materi tersebut? Sosiologi sebagai ilmu mencakup tentang perkembangan ilmu sosiologi, pendekatan dan pengertian sosiologi, ciri-ciri dan hakikat sosiologi, serta objek sosiologi.

Sosiologi Sebagai Ilmu

Sosiologi sebagai ilmu meliputi perkembangan ilmu sosiologi, pendekatan ilmu sosiologi, pengertian sosiologi, ciri-ciri dan hakikat sosiologi, objek sosiologi, metode dalam sosiologi, ruang lingkup kajian sosiologi, hubungan sosiologi dengan ilmu lainnya.

Sosiologi Sebagai Ilmu

A. Perkembangan Ilmu Sosiologi

Sosiologi telah muncul sejak ratusan tahun yang lalu. Auguste Comte merupakan seorang filosof Prancis yang mempopulerkan sosiologi dalam mempelajari lingkungan masyarakat.

Dalam penelitiannya, Beliau menyatakan bahwa jika kita ingin mempelajari masyarakat, kita harus menguasai ilmu sosiologi tersebut dengan tahapan yang lengkap dan terstruktur.

Setelah mengemukakan pendapat tersebut, lahirlah ilmu sosiologi yang turut mengemukakan idenya dan membuat sosiologi semakin berkembang.

Beberapa di antara ilmuwan tersebut adalah Pitirim A. Sorokin, Karl Marx, Max Weber, Herbert Spencer, George Simmel, dan Emile Durkheim.

B. Pendekatan Ilmu Sosiologi

Berdasarkan pendapat para ahli, pendekatan sosiologi terbagi atas pendekatan analogi organik, tindakan sosial, materialism dialektis, dan fakta sosial.

1. Pendekatan Analogi Organik

Pendekatan analogi organik dikenalkan oleh Herbert Spencer. Pendekatan ini menjelaskan tentang memahami karakter manusia dan kaitannya.

2. Pendekatan Tindakan Sosial

Pendekatan tindakan sosial dikenalkan oleh Max Weber. Pendekatan ini berkaitan dengan kepercayaan, penelusuran nilai, serta sikap dan tujuan yang menjadi tuntunan perilaku masyarakat.

3. Pendekatan Materialisme Dialektis

Pendekatan materialisme dialektis dikenalkan oleh Karl Marx. Pendekatan ini menganggap konflik sosial antar kelas di masyarakat menjadi penyebab perkembangan dan perubahan masyarakat.

4. Pendekatan Fakta Sosial

Pendekatan fakta sosial dikemukakan oleh Emile Durkheim. Pendekatan ini berkaitan dengan keteraturan sosial, peningkatan, dan fungsi elemen sosial.

C. Pengertian Sosiologi

Kata sosiologi berasal dari bahasa latin yaitu “socius” dan “logos”. Jika diartikan secara keseluruhan, sosiologi berarti ilmu yang mengkaji tentang masyarakat.

Untuk lebih jelasnya, mari kita pelajari penjelasan para ahli tentang pengertian sosiologi berikut ini.

Pitirim A. Sorokin

Beliau menyatakan bahwa sosiologi merupakan pengaruh dan hubungan timbal balik antara gejala sosial dan nonsosial.

Roucek dan Warren

Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang hubungan antar sesama manusia dan kelompok.

J.A.A. Von Dorn dan J.C Lammers

Beliau mengungkapkan bahwa sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang proses atau struktur masyarakat yang stabil.

William F. Ogburn dan Mayer F. Nimkoff

Beliau menyatakan bahwa sosiologi berkaitan dengan hasil interaksi sosial dan proses penelitian ilmiah.

Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi

Beliau menyatakan bahwa sosiologi adalah ilmu kemasyarakatan yang membahas tentang proses, struktur, dan perubahan sosial.

Paul B. Horton

Beliau berpendapat bahwa ilmu sosiologi adalah ilmu yang membahas tentang kehidupan dan produk kehidupan itu sendiri.

Hassan Shadily

Beliau mengemukakan bahwa sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kehidupan masyarakat, ikatan manusia, sifat dan tujuan hidup, kepercayaan, dan perserikatan hidup.

Soerjono Soekanto

Beliau berpendapat bahwa ilmu sosiologi adalah ilmu yang memusatkan perhatian pada pola kehidupan dan segi kemasyarakatan.

D. Ciri-Ciri Sosiologi

Sosiologi bersifat empiris, teoritis, komulatif, dan nonetis.

1. Empiris

Sosiologi disandarkan pada akal dan observasi tanpa menghasilkan spekulasi teoretis.

2. Teoretis

Sosiologi disandarkan pada observasi lapangan, abstrak yang tersusun dan bersifat logis, dan memiliki hubungan sebab akibat yang menunjukkan adanya teori.

3. Komulatif

Sosiologi diadaptasi dari teori yang ada, lalu diperbaiki dan diperkuat dengan teori-teori sebelumnya.

4. Nonetis

Sosiologi bertujuan untuk menjabarkan masalah lebih jelas tanpa mencari titik kesalahannya.

E. Hakikat Sosiologi

Sahabat Latis, berikut adalah hakikat sosiologi yang mesti kita pahami.

• Sosiologi merupakan ilmu yang mempelajari tentang gejala-gejala yang ada di masyarakat.

• Sosiologi adalah disiplin ilmu normatif yang berfokus pada masalah apa yang terjadi saat ini.

• Pada hakekatnya, sosiologi merupakan ilmu pengetahuan terapan (applied science) dan ilmu pengetahuan murni (pure science).

• Sosiologi tergolong ilmu pengetahuan yang abstrak dan berfokus pada pola serta bentuk peristiwa yang terjadi di masyarakat secara keseluruhan.

• Tujuan sosiologi adalah menghasilkan pengertian, pola umum, prinsip, hukum, hakikat, sifat, isi, dan struktur dalam kehidupan masyarakat.

• Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan umum yang bersifat rasional dan empiris. Berkaitan dengan mempelajari interaksi manusia menggunakan metode terkait.

Baca juga: https://bimbel-cpns.id/

F. Objek Sosiologi

Objek sosiologi terbagi dalam dua kategori yaitu objek material dan objek formal.

1. Objek Material

Objek material berkaitan dengan gejala-gejala dan proses dalam kehidupan sosial. Misalnya hubungan manusia dengan manusia lainnya yang berkaitan dengan nilai kesatuan.

2. Objek Formal

Objek formal berkaitan dengan peran manusia sebagai makhluk sosial. Ini termasuk dalam proses dan akibat dari hubungan antar manusia itu sendiri.

Sosiologi Sebagai Ilmu

G. Metode dalam Sosiologi

Terdapat banyak metode yang bisa diterapkan dalam mengkaji sebuah permasalahan tentang kemasyarakatan (sosiologi).

Secara umum, metode yang bisa diaplikasikan adalah metode kualitatif kuantitatif dan eksperimen.

1. Metode Kualitatif

Metode kualitatif merupakan metode yang dapat diaplikasikan dengan memaknai dan menjabarkan data dari hasil penelitian.

Sahabat Latis dapat memecahkan masalah sosiologi dengan melakukan pengamatan berdasarkan rangkaian peristiwa (metode histori), membandingkan perilaku masyarakat (metode komparatif), dan melakukan pengamatan terhadap objek sosiologi (metode studi kasus).

2. Metode Kuantitatif

Metode kuantitatif dapat dilaksanakan dengan meneliti gejala menggunakan formula, skala, tabel, dan indeks.

Pada akhirnya, kamu menarik kesimpulan dari keadaan, permasalahan, dan struktur sosial yang ada di masyarakat berdasarkan uji statistik.

3. Metode Eksperimen

Dalam memecahkan masalah sosiologi, kamu dapat melakukan penelitian atau eksperimen untuk menarik kesimpulan yang akurat.

Eksperimen dapat dilakukan secara langsung (terjun ke lapangan) maupun eksperimen laboratorium atau (subjek dikumpulkan pada tempat tertentu).

H. Ruang Lingkup Kajian Sosiologi

Ruang lingkup kajian sosiologi meliputi kajian ekonomi, manajemen, dan sejarah.

• Ekonomi; berkaitan dengan produksi, distribusi, dan cara memanfaatkan sumber daya alam.

• Manajemen; berkaitan dengan segala hal yang dialami oleh objek sosiologi.

• Sejarah; didasarkan pada kronologi atau rentetan kejadian yang dialami oleh objek sosiologi.

I. Hubungan Sosiologi dengan Ilmu Lainnya

Sosiologi merupakan ilmu pengetahuan murni (pure science) dan terapan (applied science). Ini karena sosiologi membentuk masalah secara abstrak dan memecahkan masalah dengan praktis.

1. Sosiologi dan Ilmu Antropologi

Sosiologi berhubungan dengan ilmu antropologi karena mengkaji kemasyarakatan berdasarkan kebudayaannya.

2. Sosiologi dan Ilmu Sejarah

Sosiologi berhubungan dengan ilmu sejarah karena mengkaji peristiwa dan peradaban yang terkait objek sosiologi.

3. Sosiologi dan Ilmu Politik

Sosiologi berhubungan dengan ilmu politik dalam mengkaji pertahanan dan kekuasaan di masyarakat.

4. Sosiologi dan Ilmu Ekonomi

Sosiologi berhubungan dengan ilmu ekonomi karena mengkaji kehidupan masyarakat berdasarkan cara mereka dalam memenuhi kehidupan.

J. Tokoh-tokoh Sosiologi

Tokoh-tokoh sosiologi yang paling terkenal yaitu Aguste Comte, Charles Horton Cooley, Emile Durkheim, Karl Max, dan Max Weber.

Auguste Comte

Auguste Marie Francois Xavier Comte atau lebih dikenal dengan Auguste Comte dijuluki sebagai Bapak Sosiologi.

Beliau mengemukakan poin-poin terkait sosiologi meliputi identifikasi sosiologi, tahap pemikiran manusia dalam sosiologi, gejala sosial, dan fakta kolektif tentang hukum-hukum tertentu.

Charles Horton Cooley

Beliau mengemukakan bahwa sosiologi berhubungan dengan hubungan timbal balik manusia yang meliputi dominasi kelompok, kuluarga, serta tujuan individu maupun kelompok.

Emile Durkheim

Beliau mengemukakan tentang fakta-fakta sosial yang berkaitan dengan cara berpikir, cara bertindak, tata cara berpakaian, adat istiadat, dan perasaan.

Karl Marx

Karl Marx merupakan penulis dan tokoh sejarah ekonomi yang berpendapat tentang hubungan sosiologi dan ilmu ekonomi. Beliau mengatakan bahwa ilmu sosiologi juga dapat diterapkan dalam memecahkan masalah produksi, modal, dan kegiatan ekonomi lainnya.

Max Weber

Max Weber menuturkan bahwa sosiologi berkaitan dengan tindakan sosial seperti asas, sarana, objek, dukungan, dan konflik.

Gimana Sahabat Latis, udah mulai paham kan dengan materi Sosiologi Sebagai Ilmu?

Supaya kamu makin paham dengan materi lainnya, bisa jawab PR dan tugas di sekolah dengan mudah dan prestasi kamu meningkat tajam, kamu bisa coba ikutan les privat Latiseducation lho!

Gurunya berprestasi dan biayanya juga hemat. Bisa online dan tatap muka juga. Fleksibel kan? Untuk info lebih lanjut, kamu bisa hubungi Latiseducation di line chat 085810779967.

Sampai ketemu di kelas!

 

les privat

Referensi:

Sudarmi, Sri, W. Indriyanto. 2009. Sosiologi Untuk Kelas X SMA dan MA. Usaha Makmur: Jakarta.

 

 



Beri Komentar

wa